MOMEN

Selasa, 20 Desember 2016

GALA DINNER FPPTI DIY DENGAN PUSTAKAWAN MALAYSIA

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Daereah Istimewa Yogyakarta (FPPTI DIY) mengadakan Gala Dinner dengan Pustakawan Malaysia pada hari Senin, 19 Desember 2016 di Omah Dhuwur Kota Gede dan diikuti oleh beberapa Pustakawan dari Malaysia salah satunya dari Perpustakaan Universiti Teknologi Mara.




Acara ini merupakan kunjungan balasan dari Pustakawan Malaysia, setelah beberapa waktu yang lalu beberapa anggota dari FPPTI DIY berkunjung ke beberapa perpustakaan di Malaysia, sambutan demi sambutan pun terucap selama acara ini berlangsung mulai dari Ibu Faridah Talib yaitu Ketua Timbalan Pustakawan Perpustakaan Universiti Teknologi Mara menyampaikan bahwa teman - teman dari Malaysia sangat senang sekali dengan diadakan acara ini dan Heri Abi Burrachman H. selaku ketua Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Daereah Istimewa Yogyakarta periode 2016-2019 juga memberikan sambutan.



SALAM LITERASI












Selasa, 06 Desember 2016

DISTRIBUSI HIBAH BUKU ASIA FOUNDATION


Pada tahun 2016 ini Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta (FPPTI DIY) kembali menerima hibah buku dari Asia Foundation sejumlah 142 judul (1236 eks).

Pada kesempatan ini sesuai dengan program kerja FPPTI DIY 2016-2019 buku hibah ini akan diberikan kepada anggota yang pada tahun 2015 belum menerima, diantaranya dari perpustakaan Akademi Pertanian Yogyakarta, Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia, Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir Batan, Universitas PGRI Yogyakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megar Kencana, STIKES Madani Yogyakarta, ABA Sinema Yogyakarta, Akademi SeniRupa & Desain MSD Yogyakarta, Politeknik “API” Yogyakarta, STIKES Guna Bangsa Yogyakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan, Institut Teknologi Yogyakarta, Akademi Kebidanan Umi Khasanah, dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional.

Pengambilan buku dilaksanakan di Perpustakaan UIN Suka Yogyakarta yang sekaligus menjadi Sekertariat Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia Dareah Istimewa Yogyakarta.Pada tanggal 30 November 2016 sudah mulai pengambilan buku hibah tersebut. Dengan buku-buku ini harapannya dapat menambah semangat Literasi Informasi.



Jumat, 04 November 2016

Workshop Perdana FPPTI DIY MENDELEY



Pengurus FPPTI DIY periode 2016-2019 menggelar acara perdananya dengan mengadakan kegiatan workshop dengan judul "Workshop TOT bagi pustakawan untuk pengelolaan dokumen ilmiah menggunakan Mendeley". Kegiatan yang diikuti oleh 75 orang peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai perguruan tinggi di D.I. Yogyakarta ini diadakan di Fak Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII) pada hari Rabu tanggal 02 November 2016.  

Acara dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi UII,  Dr. Dwi Praptono Agus Harjito, M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Mendeley merupakan perkembangan dari aplikasi  terdahulu  yang penting untuk  masyarakat akademisi. Pimpinan tertinggi  Fak. Ekonomi UII Yogyakarta ini juga memberi apresiasi dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus FPPTI DIY dan pengelola perpustakaan FE UII atas terselenggaranya kegiatan ini.


Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua FPPTI DIY periode 2016-2019, Heri Abi Burachman Hakim,SIP, yang menyampaikan program kerja yang akan diemban selama masa kepengurusan ini. Diantara program-program kerja tersebut antara lain adalah dengan mengadakan kegiatan  pelatihan-pelatihan yang sejenis dengan acara workshop ini dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan di lingkungan Perguruan Tinggi di DIY. Hasil pemaparan program kerja disetujui para anggota. Selain itu, ada 2 usulan yang disampaikan, yaitu diadakan bimbingan bagi anggota yang membutuhkan serta pembuatan MOU bagi seluruh anggota.


Sebagai acara inti adalah workshop TOT Mendeley yang disampaikan oleh Purwoko, SIP, MA. Narasumber yang merupakan Kepala Perpustakaan Teknik UGM dan  penulis  buku "Mengelola Dokumen Ilmiah Menggunakan Mendeley" ini dapat membuat  seluruh peserta mengikuti workshop dengan tekun dan antusias sejak awal hingga akhir acara. 

Kegiatan workshop diakhiri dengan pemaparan tentang rencana pembagian hibah buku Asia Foundation kepada anggota yang disampaikan oleh Wakil Ketua FPPTI DIY, Sri Astuti, SIP, MIP.


Rabu, 19 Oktober 2016

WORKSHOP TOT BAGI PUSTAKAWAN UNTUK PENGELOLAAN DOKUMEN ILMIAH MENGGUNAKAN MENDELEY


Kali ini pengurus FPPTI 2016 - 2019 ingin mengadakan workshop TOT bagi pustakawan untuk pengelolaan dokumen ilmiah menggunakan MENDELEY, workshop ini diselanggarakan guna menambah ilmu bagi para pustakawan untuk bagaimana cara memberikan pengarahan bagi pemustaka dalam menggunakan MENDELEY.

Minggu, 09 Oktober 2016

AUDIENSI PENGURUS FPPTI DIY 2016-2019 DENGAN KOPERTIS WILAYAH V YOGYAKARTA

Pada hari Jumat, 30 September 2016 Pengurus FPPTI DIY 2016-2019 mengadakan audiensi dengan kopertis wilayah V Yogyakarta dengan tujuan untuk tetap membina hubungan kerjasama dan membangun bersama Perpustakaan khususnya di semua Perguruan Tinggi DIY menjadi lebih baik lagi.

Audiensi tersebut disambut dengan baik oleh Bapak Dr. Ir. Bambang Supriyadi, CES., DEA, Koordinator Kopertis Wilayah V. Adapun pesan dari beliau adalah :

1. Selalu membina komunikasi yang intens dan baik antara dua belah pihak
2. Kedepan harapannya anggota dapat saling menjalin kerjasama dalam bentuk sharing koleksi
3. Pengurus FPPTI DIY dimasukkan ke web Kopertis Wilayah V 





Kamis, 25 Agustus 2016

Seminar dan Pelantikan Pengurus FPPTI DIY 2016-2019. Membangun Produk dan Kolaborasi : Pustakawan dan Stakeholder dalam Perguruan Tinggi




Pada hari Kamis 25 Agustus 2016  di kampus UAD dilaksanakan seminar dan Pelantikan Pengurus FPPTI DIY 2016-2019 dengan Heri Abi Burachman Hakim sebagai Ketua terpilih.

Sesi Pertama yaitu Pelantikan Pengurus FPPTI DIY Periode 2016-2019


Kemudian sesi Kedua yaitu Seminar
Pemateri pertama oleh Ida Fajar P.  tentang Kolaborasi: Konsep, Strategi, dan Produk.
Kemudian pemateri selanjutnya diisi oleh Tole Sutikno tentang Membangun Produk dan Kolaborasi Pustakawan dan Stakeholder dalam Perguruan Tinggi: dari sudut pandang stakeholder

Adapun materi dapat diunduh di:

Minggu, 29 Mei 2016

FPPTI DIY Embeded Librarianship Tour: 16-19 maret 2016


FPPTI DIY bersama Kopertis V: "Standardisasi Perpustakaan" 25-26 Mei 2016

Materi dari Kopertis V
Heri Abiburachman Hakim (FPPTI DIY)
Peserta tampak antusias
Presiden FPPTI DIY 2013-2016 sebagai pemateri

Mengembangkan ide kreatif pengembangan perpustakaan


Perpustakaan, secara umum dianggap sebagai tempat meminjam dan mengembalikan buku. Pustakawan dianggap sebagai orang yang pekerjaannya meminjamkan dan mengembalikan buku. Tidak dipungkiri, ini adalah stigma umum terhadap perpustakaan dan pustakawan.  Namun, telah ada perpustakaan dan pustakawan yang pekerjaan dan kegiatannya tidak sekedar meminjamkan dan mengembalikan buku.
Di antara dua perpustakaan tersebut, dua pimpinannya menjadi pembicara pada  seminar yang diselenggarakan oleh FPPTI DIY (19/5). Prof. Djoko Saryono (UM) dan Dr. Taufiq Abdul Gani (UNSYIAH). 

Pada awal presentasi, Prof. Djoko mengawali dengan landasan fundamental bahwa perpustakaan itu penting. Dengan merujuk pada sejarah peradaban manusia, yang tidak bisa dipisahkan dengan pustaka, kemudian peran pustaka yang mampu membawa ide masa lalu tetap dapat dinikmati sekian periode setelahnya. Terkait pengembangan perpustakaan, ditekankan pentingnya cermat memandang peluang dan penempatan yang tepat tentang posisi perpustakaan.

“Berfikir cepat, untuk menentukan posisi perpustakaan dalam sebuah institusi itu penting”, jelas Prof. Djoko.

Dengan latar belakang seorang dosen dan sastrawan, Prof. Djoko memoles perpustakaan UM menjadi lebih membumi dan berperan sebagai tempat berkumpulnya berbagai pihak dengan berbagai latar belakang untuk berdiskusi tentang berbagai hal. Untuk mewujudkan hal ini, Prof. Djoko membangun komunitas Kafe Pustaka dengan jargonKate nandi bro, ngopi kene lho iso pinter". Ngopi merupakan kependekan dari ngobrol-pinter. Konon kabarnya, Prof. Djoko menyenangi kopi. Mungkin ini juga menjadi alasan pemilihan “ngopi” dari pada “ngeteh.
Kafe Pustaka (KP), dalam arti sebuah kafe tempat makan-minum, dibangun melibatkan berbagai pihak, dengan tanpa “ngrusuhi” anggaran. Kegiatan di KP juga dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak; mahasiswa, komunitas eksternal dan lainnya. Hal ini yang menjadi nilai lebih dari seorang Prof. Djoko. Luasnya pergaulan, sangat berperan dalam membuat ide dan mengerjakannya. “Peristiwa dan kegiatan ilmiah = pustaka”, demikian tegasnya terkait kegiatan di KP UM, yang setiap bulan menembus 20-an kegiatan. 

Komunitas yang bergabung di KP ini, disebut Prof. Djoko dengan komunitas epistemik, dengan berbagai latar belakang, strata sosial dan strata pendidikan untuk menawarkan ide-ide terkait topik bahasan.

------
Pembicara kedua, adalah Dr. Taufiq Abdul Gani, dilakangan pustakawan akrab dipanggil dengan TopGan. Perubahan besar terhadap perpusakaan Unsyiah terjadi di era Pak TopGan. Di antaranya mendapatkan akreditasi dari Perpusnas, lolos ISO 9001:2008. Selain itu, sebagai seorang kepala perpusakaan dua periode, TopGan juga mendapatkan Lifetime Achievement Award dari BEM Unsyiah atas ide kreatifnya dalam pengembangan perpusakaan Unsyiah. Tentu saja, hal ini adalah “akreditasi” level tertinggi kepada sebuah perpustakaan, karena dikeluarkan dari pengakuan pemustaka langsung. 



Lalu bagaimana kiprah TopGan dalam mengembangkan perpustakaan?

TopGap membagi materinya menjadi: kreatifitas, komunitas, partisipasi pengguna dan infrastruktur.
Kreatifitas, sebagaimana kutipan TopGan adalah mengubah ide baru yang masih imajinatif menjadi kenyataan, menghasilkan solusi dari pola tersembunyi yang tak berhubungan. Ditekankan bahwa jika kita punya ide namun tak bergerak untuk mewujudkan ide itu, kita adalah orang yang imajinatif namun tidak kreatif.

Diperlukan pekerjaan atau kegiatan kolaboratif antara pustakawan dan pemustaka, sebagai backup kegiatan harian yang bersifat perulangan agar dapat meminimalisir kebosanan di perpustakaan. Atas dasar hal tersebut, perpustakaan Unsyiah bergerak untuk berubah menjadi tempat yang terbuka, tempat berekspresi, punya penekanan (impresi). Berbagai terobosan yang dilakukan adalah pengaturan tata ruang yang mendukung gaya belajar mahasiswa, berkolaborasi dengan mahasiswa dengan menyelenggarakan kegiatan Relax and Easy @unsyiah_lib, optimalisasi jam layanan.

Apakah hal tersebut dilakukan sendiri oleh pustakawan? Tidak. Di sinilah kejelian TopGan. Tidak jauh beda dengan Prof. Djoko, membagi peran dengan berbagai pihak yang punya kepentingan dengan perpustakaan adalah jalan terbaik agar perubahan dan keberlangsungan perubahan tersebut tetap terjaga. Optimalisasi jam layanan didukung dengan peran mahasiswa yang tergabung dalam Volunteer @unsyiah_lib. Relax and Easy diselenggarakan dengan membidik tema dan pihak tepat. Kejelian melihat situasi yang ada di sekitar, sangat penting. Publikasi kegiatan Perpustakaan Unsyiah diserahkan pada mahasiswa yang gemar menulis yang tergabung dalam Librisyiana. 



membagi peran dengan berbagai pihak yang punya kepentingan dengan perpustakaan adalah jalan terbaik agar perubahan dan keberlangsungan perubahan tersebut tetap terjaga
 
Penghargaan pada berbagai pihak yang turut mendukung perpustakaan, juga dilakukan. Bukan hanya mahasiswa yang rajin, namun juga dosen yang paling banyak membawa mahasiswanya ke perpustakaan. Penghargaan pada kemauan mahasiswa/dosen ke perpustakaan juga diwujudkan dalam pelonggaran aturan “tas boleh dibawa masuk ke perpustakaan”. Tentunya beberapa hal ini menjadikan perpustakaan benar-benar milik semua, yang harus dijaga oleh semua.

----------------------
Latar belakang keilmuan, jejaring yang dimiliki, passion terhadap pustaka, interest pada bidang tertentu, kemampuan mempengaruhi, penentuan skala prioritas, sangatlah terlihat dalam peran Prof. Djoko dan Dr. Taufiq Abdul Gani dalam pengembangan perpustakaan.
Sembari melakukan berbagai inovasi, kreatifitas yang dapat terlihat nyata di mata pemustaka, perluasan kekuatan perpustakaan pada kebijakan formal tetap dilakukan. Senat, rektor, biro keuangan, biro perencanaan adalah beberapa pihak yang harus diperhatikan dalam perluasan aspek formal tersebut. Bagaimana menembusnya? Mengubah wajah perpustakaan, menghadirkan peran baru dan penting perpustakaan, kemudian mengubah mindset para pemimpin tersebut untuk menempatkan perpustakaan benar-benar pada tempatnya yang sesuai.

Slide Prof. Djoko Saryono, dapat diunduh di klik,  makalah unduh di klik. Slide Dr. Taufiq Abdul Gani, dapat diunduh di klik.


Kamis, 19 Mei 2016

Heri Abiburachman Hakim, nahkoda baru FPPTI DIY 2016-2019

Saatnya yang muda memimpin..!

FPPTI DIY menyelenggarakan Musda sekaligus seminar di STPN Yogyakarta, 19 Mei 2019. Heri Abiburachman Hakim (Pustakawan ISI Yogyakarta) ditetapkan sebagai Presiden FPPTI DIY 2016-2019.

Heri, ditetapkan menjadi ketua setelah pemilihan yang melibatkan calon incumbent, Anastasia Tri Susiati, MA (Kepala Perpusakaan UAJY). Heri mengumpulkan 17 suara, sedangkan Susi 13 suara, selisih tipis. Dukungan untuk calon incumbent masih besar, tidak dipungkiri memang selama Susi memimpin ada banyak program dan kerjasama yang dilaksanakan. Namun, ternyata pemilih lebih banyak ke Heri, yang merupakan sosok muda. Harapan pada wajah baru, muda dan enerjik tampaknya ada pada para anggota FPPTI.

Lepas dari semua itu, terpilihnya Heri adalah kemenangan semuanya. Sangat terhormat pula, Musda kali ini dihadiri oleh Ketua FPPTI Pusat, Imam Budi Prasetyawan (Kepada Perpustakaan Bina Nusantara Jakarta). Maka legitimasi hasil Musda menjadi lebih kuat.


Heri, merupakan Pustakawan ISI Yogyakarta yang menempuh jenjang pendidikan bidang kepustakawan secara linear. Mulai dari Diploma 3 di FISIPOL UGM, S1 Ilmu Perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga, serta S2 Ilmu Perpustakan juga dari UIN Sunan Kalijaga. Heri, sangat aktif dalam bidang kepustakawanan, aktif dalam berbagai organisasi formal dan komunitas, presentasi dalam berbagai kegiatan ilmiah, menulis dalam berbagai jurnal dan surat kabar. Semasa kuliah D3, Heri dikenal sebagai kutu buku dan sudah memulai hobi menulisnya. 

Jejaring Heri pun cukup luas, mulai dari kalangan pustakawan plat merah, pustakawan komunitas, pustakawan perguruan tinggi. Kemampuannya dalam bergaul juga membawanya menjadi pengurus organisasi di kampungnya. 

Selamat, untuk Heri Abiburahman Hakim, SIP., teriring harapan semoga FPPTI DIY semakin maju.

Dokumentasi dan Slide Seminar "Menggali Ide Kreatif Pengembangan Perpustakaan" FPPTI DIY 19 Mei 2016

Kamis, 19 Mei 2016 menjadi hari bersejarah bagi keluarga besar FPPTI DIY. Selain seminar, juga digelar musda untuk memilih ketua baru. Dinamika seminar, sungguh sangat luar biasa. Banyak ide-ide disampaikan oleh dua pembicara (berita terkait).

Slide Prof. Djoko Saryono, dapat diunduh di klik,  makalah unduh di klik. Sementara slide Dr. Taufiq Abdul Gani, dapat diunduh di klik.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan....

Sambutan Ketua STPN

Pembicara dan Moderator

Heri Abiburachman Hakim, Ketua FPPTI DIY terpilih, bersama panitia

iringan musik dari taruna STPN
Ketua FPPTI Pusat memberi sambutan atas terpilihnya Heri Abiburachman Hakim