MOMEN

Senin, 10 Oktober 2011

Pelaksanaan DIP 2 (Implementasi Total Quality (TQM) di Perpustakaan)

Kedua pembicara + moderator
FPPTI DIY (Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia) telah mengadakan Dialog Ilmiah Perpustakaan (DIP) yang kedua dengan tema “Implementasi Total Quality Manajemen (TQM) di  Perpustakaan”. Dialog kali ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Ibu F. Rahayuningsih dari perpustakaan Sanata Dharma dan bapak Sofyan Riyanto Effendi dari perpustakaan Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ilmiah ini diselenggarakan di Ruang Teatrikal Perpustakaan UIN

Sunan Kalijaga Senin 10 Oktober 2011 pukul 9.00 – 13.00. Berperan sebagai moderator adalah Ibu Dr. Siti Diah Handayani, M.M dari perpustakaan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Peningkatan kualitas sebuah perpustakaan bukan sebuah pilihan, namun sudah menjadi kewajiban untuk  pelayanan yang lebih baik. Pemateri pertama, Ibu Ning – begitu beliau biasa disapa- menyampaikan tentang konsep dasar TQM dan pentingnya TQM untuk peningkatan mutu dan kualitas. Kualitas yang  meningkat akan menunjukkan komitmen kita menuju “service excellence”. Ibu Ning juga menyampaikan
bahwa TQM akan membawa dempak positif terhadap semua elemen di tempat kerja dan dengan adanya manajemen mutu yang terpadu maka pekerjaan kita akan menjadi terarah dan kita sebagai pelaku juga akan merasakan kenyamanan dengan keteraturan manajemen mutu tersebut. Sementara itu, pembicara kedua yaitu Pak Sofyan memaparkan tentang ISO 9001 untuk standar layanan. Beliau menyampaikan bahwa ISO adalah bagian dari konsep TQM yang memiliki berbagai macam standar yang harus diikuti menuju layanan prima. Pak Sofyan menyampaikan tentang berbagai pilihan lembaga/organisasi yang bisa kita pilih ketika kita akan memulai langkah maju mengikuti standar internasional.

Acara ini berlangsung sangat dinamis dengan munculnya banyak pertanyaan kritis dari para paserta yang terdiri dari pustakawan annggota FPPTI DIY maupun yang bukan anggota, mahasiswa S2 dan S1 jurusan Ilmu Perpustakaan. Salah satu dari peserta menyatakan bahwa acara ini sangat berguna untuk mendukung pengembangan diri sebagai pustakawan maupun pengembangan institusi nya.

Bagi anda yang tidak sempat datang, silakan unduh file presentasi berikut:

  1. File Presentasi (F Rahayuningsih, S.Sos.)
  2. File Presentasi ( Sofyan Riyanto, MA)

Selasa, 20 September 2011

Dialog Ilmiah Perpustakaan (DIP) 2

Bapak/Ibu/Sdr yang kami hormati...



FPPTI DIY kembali mengadakan acara Dialog Ilmiah Perpustakaan (DIP) yang kedua.
Tema yang akan diusung dalam DIP2 ini adalah "Implementasi Total Quality (TQM) di Perpustakaan"
Untuk itu, kami mengundang Bapak/Ibu/ Sdr untuk hadir dalam dialog tersebut sehingga kita dapat saling berbagi ilmu dan saling memberdayakan.
Informasi lebih lanjut tentang pelaksanaan DIP2 bisa Bapak/Ibu/Sdr baca pada brosur yang kami lampirkan.

Kami menunggu kedatangan Bapak/Ibu/Sdr semua.
Sampai bertemu di DIP2 di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Brosur .pdf unduh di sini

Senin, 08 Agustus 2011

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) Ke-4 Samarinda, 8 - 10 November 2011

Perkembangan TIK membuka peluang bagi setiap perpustakaan konvensional untuk mulai membangun koleksi bahan perpustakaan digitalnya untuk dilayankan kepada pemakainya. Teknologi jaringan juga membuka peluang bagi perpustakaan untuk memanfaatkan bersama  (sharing)  sumber informasi digital yang dimiliki, yaitu dengan  menyediakan akses bagi perpustakaan lain ke koleksi digital miliknya dan sebaliknya, mengakses koleksi digital milik perpustakaan lain. Dengan demikian peluang suatu perpustakaan untuk dapat memenuhi kebutuhan informasi pemustaka masing-masing semakin besar.
 
Peralihan dari tahap pengembangan koleksi digital yang berdiri sendiri ke tahap pengembangan jejaring “perpustakaan digital” untuk pemanfaatn bersama sunber informasi yang dimiliki tentunya bukan merupakan proses yang sederhana. Salah satu prasyarat yang harus dipenuhi agar jejaring perpustakaan digital dapat beroperasi sebagaimana yang diharapkan adalah terwjudnya interoperabilitas antarperpustakaan anggotanya. Saat ini di Indonesia telah dikembangkan sejumlah jejaring perpustakaan digital, baik yang dibangun berdasarkan kesamaan komunitas pemakainya, jenis perpustakaan, layanan, maupun koleksinya.

Mengingat pentingnya peran interoperabilitas, maka ditetapkan bahwa tema penyelenggaraan  Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Ke-4 (KPDI-4)  adalah Interoperabilitas Sistem Perpustakaan Digital”.
Tujuan
Saat ini di Indonesia telah terbentuk beberapa jaringan-jaringan perpustakaan digital, baik yang dibangun berdasarkan kesamaan jenis perpustakaan, layanan, maupun koleksinya. Melalui KPDI-4 diharapkan akan semakin terbangun kesadaran para pengelola perpustakaan akan pentingnya mewujudkan interoperabilitas antaranggota jejaring agar Perpustakaan Digital Nasional Indonesia segera dapat terwujud dan berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Peserta
  • Pengelola berbagai jenis perpustakaan
  • Pustakawan dan tenaga perpustakaan di perpustakaan umum, khusus dan perguruan tinggi.
  • Akademisi, peneliti, pengajar dan mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi
  • Penerbit sumber informasi digital (E-publishers)
  • Perusahaan penyedia informasi (information providers)
  • Seluruh stakeholders dalam bisnis multimedia

Tempat Penyelenggaraan
  • Hotel Mesra
    Jl. Pahlawan 1, Samarinda
    Telp. (0541) 732772 Fax. (0541) 741017
    Website : www.hotelmesra.com

Sabtu, 18 Juni 2011

Dialog Ilmiah Perpustakaan: Sistem Informasi Perpustakaan

Unduh berita terkait di Bernas Jogja http://bernasjogja.com/stories/berita/3994.pdf
Cita-cita untuk mempunyai wadah berdiskusi antar para pustakawan di DIY akhirnya terwujud melalui Dialog Ilmiah Pustakawan. Acara yang diselenggarakan di bawah bendera FPPTI DIY ini didukung dan difasilitasi dengan baik oleh Perpustakaan UKDW yang dipimpin oleh Bapak Antonius Rachmat. Dosen Fakultas Teknologi Informasi tersebut juga menjadi pemateri bersanding dengan dedengkot SLiMS asal Jogja, Bapak Purwoko, pustakawan berprestasi dari Perpustakaan Jurusan Geologi UGM. Acara yang menekankan pada diskusi (tanya-jawab) berdurasi hanya 3 jam di hari Rabu 15 Juni 2011.

Rasanya luar biasa melihat sekitar 34 pustakawan hadir dalam acara sederhana, minim pelengkap seperti spanduk dan backdrop, berdiskusi tentang Sistem informasi Perpustakaan. Sekalipun kebanyakan bertanya tentang SLiMS, entah itu berkaitan dengan teknis maupun produknya, tapi semua itu menambah pengetahuan dan informasi. Sekalipun belum banyak yang berkenan untuk berbagi pengalaman, rekan dari perpustakaan UST sudah memulai berbagi tentang pengalaman mereka berhadap dengan sumber daya manusia yang resisten terhadap perubahan. Berbagi pengetahuan menjadi tujuan utama dari Dialog Ilmiah Perpustakaan.

Bapak Antonius dalam presentasinya menjelaskan secara mendasar sistem informasi dan sistem informasi perpustakaan. Ketika perpustakaan membutuhkan sistem informasi, biaya bukanlah hal yang paling menentukan, tetapi kesiapan sumber daya manusia lebih menentukan. Sistem informasi berkaitan dengan manusia, prosedur, kebijakan, dan teknologi informasi. Jika manusianya memahami kebutuhannya dan memahami situasi insitusinya maka jalan keluar untuk menerapkan sistem informasi perpustakaan yang tepat tersedia. Di luar sana banyak terdapat sistem informasi perpustakaan yang dapat diperoleh dengan biaya minim atau tanpa biaya.

SLiMS adalah salah satu sistem informasi perpustakaan yang tersedia dan dapat diperoleh secara bebas. Hal mengenai SLiMS ini dibahas oleh Bapak Purwoko. Penjelasan beliau memberikan informasi banyak tentang SLiMS dan memberi pencerahan kepada rekan-rekan pustakawan yang berencana untuk menerapkan sistem informasi perpustakaan di institusinya.

Di akhir acara dialog ini, para peserta mendapatkan copy materi presentasi dan software SLiMS. Materi yang diberikan softcopy. Kami membudayakan materi dalam bentuk softcopy. Selain go green, para pustakawan menjadi lebih fokus ketika mendengarkan penjelasan materi.

Dialog ilmiah berikutnya direncanakan sekitar bulan September 2011 dan bertempat di Univ Sarjanawiyata Tamansiswa. Silahkan check blog FPPTI DIY ini sekitar bulan Agustus 2011 untuk pengumumannya.
Pustakawan mari belajar bersama!
(Umi Proboyekti)

Minggu, 12 Juni 2011

Seminar Kecil Pendidikan Ilmu Perpustakaan

Informasi dari Drs. Ida F. Priyanto, MA (Kepala Perpustakaan UGM)
---------------
Dear all,
Tanggal 30 Juni 2011, Program S2 Manajemen Informasi dan Perpustakaan, Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan Seminar Kecil Pendidikan Ilmu Perpustakaan. Acara ini adalah bagian dari Twinning Program of Workshop and Seminar on LIS yang digelar di Jakarta (UI-FPPPTI di Depok, tgl 28 Juni 2011)  dan Yogyakarta (MIP UGM, 30 Juni 2011).

Kegiatan Seminar Kecil ini akan diselenggarakan pada:

Hari, tanggal: Kamis, 30 Juni 2011
Jam               : 08:00-12:30 WIB
Tempat         : Ruang Sidang A, Lantai 5, Sekolah Pascasarjana UGM
                       Pogung Selatan, Yogyakarta.
Pembicara    : Prof. Ursula Georgy (Universitas Koln, Jerman)
                       Dr. Nor Edzan (Universiti Malaya, Malaysia)
                       Dra. Labibah, MLiS (UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)

Bagi yang berminat, dapat mendaftarkaan diri ke sdr. Agus (sekretariat MIP UGM) melalui telpon atau text ke nomer HP 081-2272-48-164 atau ke sdr Safira dengan nomer HP 085-6428-21-849

Kontribusi per peserta adalah Rp50,000,- untuk snack, makan siang dan sertifikat. Konfirmasi kehadiran diharapkan dapat disampaikan paling lambat 24 Juni 2011 jam 16.00.

Atas partisipasi kawan-kawan, saya ucapkan terima kasih.

Ida F Priyanto
Ketua Panitia Yogyakarta untuk "Twinning Program of Workshop and Seminar on LIS"

Rabu, 25 Mei 2011

Dialog Ilmiah Perpustakaan: Sistem Informasi Perpustakaan

Dialog Ilmiah Perpustakaan adalah wadah untuk saling berbagi ilmu perpustakaan dan informasi di dunia perpustakaan. Memberdayakan para pustakawan melalui dialog/diskusi bersama untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan.

Sistem Informasi Perpustakaan adalah kebutuhan utama yang sering menjadi masalah besar dalam implementasinya.Pada dialog ini:

1. SLIMS (Senayan Library Information Management System) dibahas dan dipresentasika...n untuk pemahaman yang lebih jelas dalam implementasi dan pengembangan.

2. Sistem informasi perpustakaan secara umum dan perkembanganya akan dibahas oleh Antonius Rachmat C, S.Kom, M.Cs (Kepala Perpustakaan UKDW /Dosen Teknik Informatika).

Diskusi yang komprehensif diharapkan dari para pustakawan untuk menjajaki kemungkinan implementasi, pengembangan dan memahami manfaat serta mendapatkan pengetahuan lebih tentang Sistem InformasiPerpustakaan.FPPTI DIY menggelar Dialog Ilmiah Perpustakaan dan mengundang para pustakawan untukbelajar, dan saling memberdayakan melalui kegiatan ini.



Pelaksanaan
Rabu 15 Juni 2011 Pukul: 08:30 - 13:00 di Universitas Kristen Duta Wacana, Ruang Seminar Harun, Gedung Hagios lt. 3
Pendaftaran di Perpustakaan UKDW dengan Bpk Nuryanto (0274-563929 ext 214) atau di Perpustakaan UGM Unit 1 dengan Ibu Safira (0274-513163)


Kontribusi :
1. Pustakawan dari Perpustakaan anggota FPPTI DIY (lunas iuran 2009-2011) Rp. 15.000
2. Umum/Pustakawan lain Rp. 25.000

Fasilitas : Sertifikat, materi soft copy (silahkan membawa flash disk), stiker SLiMS dan makan siang

Selasa, 03 Mei 2011

Pengumuman Lomba Artikel E-Journal

Terlampir merupakan daftar pemenang lomba penulisan artikel bertemakan “MANFAAT DAN PEMANFAATAN E-JOURNAL” yang diadakan oleh PERPUSTAKAAN STIKES ’Aisyiyah Yogyakarta, bekerja sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia–IPI Propinsi DIY, Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi–FPPTI DIY, BRI Syari’ah Yogyakarta, dan BNI Syari’ah Yogyakarta.

download di sini

Rabu, 20 April 2011

Diskuso di Nation Building Corner (NBC) UGM

Nation Building Corner (NBC) Perpustakaan Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Dharmakaryadhika Publisher bermaksud menyelenggarakan acara Bedah Buku “Merajut Kembali Pemikiran Sri Sultan Hamengkubuwono IX” karya H. Heru Wahyukismoyo.  Adapun acara tersebut akan dilaksanakan pada

Hari                   :    Kamis, 28 April 2011
Pukul                 :    09.30 – 11.30 WIB
Tempat              :    Unit 1 Lantai 2 Perpustakaan UGM
Buku dibedah     :    Merajut Kembali Pemikiran HB IX
Pembicara         : 
1. H. Heru Wahyukismoyo (Penulis)
2. Prof. Purwo Santoso, M.A., PhD (Dosen Ilmu Pemerintahan UGM)

Moderator       : Suryo Baskoro (Kepala Humas UGM)


Untuk kehadiran, mohon konfirmasi ke Martina Uki (081328791056) atau Rini Iswandari (08157950949).

Selasa, 19 April 2011

Direktori Perpustakaan Perguruan Tinggi DIY

Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi DIY merencanakan menerbitkan direktori bagi seluruh perpustakaan perguruan tinggi yang ada di DIY. Direktori yang sduah tersusun harapannya dapat menjadi gambaran bagi seluruh perpustakaan perguruan tinggi untuk saling mengenal satu sama lain, selain itu mempermudah komunikasi diantara perpustakaan. Dalam direktori tersebut kami juga mencoba menampilkan kompetensi-kompetensi khusus yang dimiliki oleh staf perpustakaan, harapannya dapat menjadi rujukan bagi perpustakaan lain untuk dapat saling berkembang.

Formulir dapat diunduh di SINI
atau (jika tidak dapat/gagal) di SINI
 
Formulir direktori setelah diisi dapat dikirimkan ke alamat email fppti.diy@gmail.com. (Rani)

Sekilas tentang Pelantikan Pengurus FPPTI DIY 2010-2013 Kamis 22 Juli 2010 di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Perpustakaan di Perguruan Tinggi (PT) diposisikan sebagai unit non-profit, maka kehadiran perpustakaan PT di beberapa perguruan tinggi, diposisikan sebagai pelengkap penderita. Beberapa perguruan tinggi swasta (PTS) menempatkan perpustakaan di tempat yang kurang strategis dari akses umum misalnya ditempatkan dekat WC, padahal perpustakaan itu jantungnya perguruan tinggi. Demikian diungkapkan Prof. Budi Santosa Wigyasukarta, Koordinator Kopertis Wilayah V Yogya pada saat itu, memberi sambutan pelantikan pengurus Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) DIY periode tahun 2010-2013 pada tanggal 22 Juli 2010 di kampus Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta, Jalan Kusumanegara 157. Tampak Hadir dan memberi sambutan, Rektor UST Prof. Dr. Djohar MS, Sri Hartati SH (Ketua FPPTI DIY periode 2006-2010). Sedangkan Prof. Djohar MS mengatakan, dunia perpustakaan di PTS tantangannya memang kompleks. Yakni, mengelola perpustakaan yang professional, menyenangkan dan koleksinya mudah diakses. 


Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum FPPTI yaitu Dra.Luki Wijayanti, M.Si dengan menyematkan pin Pengurus FPPTI DIY kepada pengurus FPPTI DIY 2010-2013 yakni Ketua: Umi Proboyekti S.Kom MLIS (UKDW), Sekretaris: Safirotu Khoir SS ,MIM (UGM), Bendahara: Samiyati S.Sos (ISI Yogya), Komisi Teknologi Informasi: Purwoko SIP (UGM). Tri Susiati S.Kom,MA (UAJY), Komisi Kerjasama/Jejaring: Mintarsih Dewarini SPd (UST Yogya), Drs. Sofyan Riyanto SIP,MA (UNY), Komisi SDM: F. Rahayuningsih SSos (SDM) Sri Astuti SIP (UIN Sunan Kalijaga).  


Acara pelantikan juga dilengkapi dengan diskusi yang dipimpin oleh Drs. Ida Fajar Priyanto, MA tentang Perkembangan perpustakaan perguruan tinggi. Ibu Luki secara khusus dalam diskusi ini menyampaikan pentingnya literasi informasi bagi pustakawan dan mendorong agar program ini dapat dilakukan di Yogyakarta. Diskusi ini juga memberi kesempatan kepada Ketua FPPTI DIY yang baru dilantik untuk menjelaskan secara umum fokus program FPPTI DIY : membangun komunikasi di antara perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi di DIY dan mengembangkan perpustakaan perguruan tinggi lewat pemberdayaan para pustakawannya. Meningkatnya kompetensi pustakawan akan berdampak pada perkembangan perpustakaan. Hal ini akan bermuara pada perpustakaan yang memberikan pelayanan maksimal dan mampu mengimbangi kebutuhan informasi pemustakanya. Dengan demikian peran perpustakaan akan dirasakan dan menggenapi sebutan perpustakaan sebagai jantung perguruan tinggi. (Mintarsih Dewarini)

Selasa, 12 April 2011

Koordinasi Pelatihan Literasi Informasi

Literasi Informasi adalah  kemampuan dalam memanfaatkan informasi dalam berbagai format dengan efektif, efisien dan etis. Kemampuan ini tidak serta merta dimiliki oleh mahasiswa pada tingkat yang seharusnya mereka miliki sebagai mahasiswa. Karena itu pustakawan mengambil peranan dalam mempromosikan kemampuan ini kepada pemustaka yang dilayaninya.  

FPPTI DIY telah menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Literasi Informasi sebanyak 2 kali yaitu Oktober 2010 di Perpustakaan UAJY dan Januari 2011 di Perpustakaan UKDW bagi pustakawan perguruan tinggi yang berminat untuk mengembangkan program literasi informasi di perpustakaannya. Sebagai kelanjutan dari TOT tersebut, rapat koordinasi untuk menyelenggarakan pelatihan literasi informasi digelar di Perpustakaan UNY pada Rabu 6 April 2011. Para peserta TOT dari berbagai perpustakaan anggota FPPTI DIY hadir untuk berdiskusi tentang pelatihan literasi informasi yang akan dilakukan di perpustakaan masing-masing. Program literasi informasi FPPTI DIY ini adalah mengadakan pelatihan literasi informasi di perpustakaan anggota FPPTI DIY dengan didukung oleh FPPTI DIY. Dukungan ini dalam bentuk materi pelatihan, pengajar atau asisten pengajar, sertifikat dan dana untuk pengajar. Perpustakaan anggota didorong untuk mengadakan pelatihan ini untuk target yang mereka pilih : mahasiswa, pustakawan atau dosen. Mahasiswa pun dapat merupakan mahasiswa dalam kriteria tertentu misalnya mahasiswa skripsi atau mahasiswa baru.
Program ini mendapat respon yang baik dari para wakil anggota yang hadir. Masing-masing melaporkan kebutuhan mereka dan menyatakan semangat mereka untuk melakukan pelatihan ini di perpustakaannya. Beberapa perpustakaan bahkan akan ikut mengirimkan tenaga pengajar untuk mendukung pelatihan di perpustakaan lain. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma, Universitas Negri Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada adalah perpustakaan-perpustakaan yang menyatakan bersedia untuk mengirimkan tenaga pengajar untuk mendukung pelatihan-pelatihan tersebut.  
Setiap perpustakaan yang akan bertekad untuk mengadakan pelatihan akan didampingi oleh tim pengurus FPPTI DIY dan akan berkomunikasi langsung dengan tim pendamping untuk mempersiapkan pelatihan literasi informasi tersebut. Fasilitas yang akan digunakan untuk pelatihan disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia di perpustakaan masing-masing. Materi literasi informasi yang dapat diberikan beragam dari materi yang memanfaatkan komputer dan yang tidak memanfaatkan komputer. 
Adapun secara spesifik materi literasi informasi yang akan dapat disajikan adalah mind mapping, pengenalan dan penggunaan berbagai sumber informasi, strategi pencarian informasi di Internet, evaluasi sumber informasi di Internet, penyajian informasi melalui presentasi, strategi penelusuran e-journal, dan pemanfaatan aplikasi web 2.0. Setiap perpustakaan memilih materi yang akan diberikan dibatasi dengan keterbatasan waktu pelaksanaan pelatihan yaitu dari jam 09.00-14.00 WIB. Dengan demikian ada dua materi yang dapat disampaikan. 
Melalui pelatihan ini diharapkan para pustakawan terdorong untuk melanjutkan pelatihan ini secara mandiri dan mengadakan pelatihan ini secara reguler.Dengan demikian pelayanan perpustakaan makin dirasakan oleh para pemustakanya. Saat ini setelah rapat koordinasi tersebut. Pengurus sedang mempersiapkan tim pendamping dan identifikasi kebutuhan untuk penyelenggaraan. (Umi Proboyekti)

Selesai Studi S2

Kami turut berbangga atas keberhasilan dua rekan pengurus FPPTI DIY yang telah berhasil menyelesaikan studi S2 mereka di Sekolah Pasca Sarjana UGM.
  1. Drs. Sofyan Riyanto, MA dan
  2. Anastasia Tri Susianti, S.Kom., M.A.

semoga ilmu yang diperoleh dapat berguna bagi semuanya....

Rabu, 30 Maret 2011

Informasi, Perilaku dan Trend Pengembangan Perpustakaan

FPPTI DIY diundang pada Seminar Nasional “ Informasi, Perilaku dan Trend Pengembangan Perpustakaan”  pada tanggal 10 Maret 2011 di UC UGM. Menampilkan 3 pembicara yaitu Dr. Neila Ramdhani (Psikologi UGM), Ida Fajar Priyanto, MA (Kepala Perpustakaan UGM) dan  Aditya Nugraha, ST., MS ( Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Petra). 

Ketiga pembicara mengajak peserta seminar untuk melihat pengembangan perpustakaan dalam berbagai perspektif. Dari disiplin Ilmu psikologi , Neila mengajak perpustakaan untuk melihat bahwa perilaku pengguna terhadap keberadaan informasi saat ini sudah berubah. Perpustakaan harus melihat kenyataan bahwa pemustaka yang dihadapi sekarang adalah generasi  millenial (generasi Y) yang hidup dengan informasi dari berbagai media, sehingga tidak puas memandang perpustakaan hanya dengan koleksi buku dan koleksi tercetak lain. Perpustakaan perlu menyediakan fasilitas membaca dengan menyediakan sarana prasarana IT yang memadai dengan koleksi elektronik untuk melengkapi koleksi yang ada sehingga mengakomodasi kebutuhan pemakai. Neila juga memberikan contoh model penerimaan teknologi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan agar diakses secara maksimal oleh pemustaka. Model menggunakan kombinasi teori Davis mengenai penerimaan teknologi  yaitu Technology Acceptance Model (TAM) dan Teori Perilaku Terencana yang dikembangkan oleh Ajzen. Dengan teori tersebut memperlihatkan kegunaan yang akan didapatkan oleh perpustakaan jika mengetahui perilaku pemustaka, yaitu bahwa fasilitas akan selalu digunakan jika memenuhi unsur utama bahwa informasi mudah digunakan (perceive ease of use) dan  persepsi bahwa informasi yang didapatkan akan berguna (perceived usefulness).

Sejalan dengan masalah pengembangan perpustakaan, Ida Fajar Priyanto dalam makalahnya “Perubahan  Perilaku Informasi dalam Masyarakat dan Perpustakaan di Asia dan Amerika “ memberikan contoh-contoh nyata perkembangan perpustakaan dari sisi fasilitas yang memadai  dengan penggunaan teknologi informasi yang telah dilakukan oleh perpustakaan di Asia dan Amerika sebagai perbandingan pengembangan perpustakaan di Indonesia. Perubahan-perubahan yang telah dilakukan seperti ruang diskusi, dan ruang-ruang yang memfasilitasi pemustaka untuk bekerja secara kelompok (learning commons) merupakan fasilitas fisik yang sebaiknya diadakan. Model-model yang ada menunjukkan perpustakaan mengurangi space ruangan untuk displai koleksi tercetak dengan menambahkan ruangan untuk kepentingan pemustaka. Infrastruktur benar-benar diperhatikan untuk dukungan layanan seperti layanan chat, blog dan layanan lain yang menunjang.

Aditya Nugraha, dalam makalah Visibilitas Perpustakaan : Virtual dan fisik menyoroti bahwa saat ini perpustakaan  masih memprioritaskan visibiltas fisik. Visibilitas fisik seperti arsitektur, interior gedung dan koleksi tercetak merupakan aset perpustakaan yang sangat penting dengan dukungan suasana yang bersih, teratur, tenang dengan pustakawan yang ramah. Visibilitas ini akan lebih lengkap apabila ditunjang dengan visibilitas virtual seperti online katalog, fasilitas jejaring sosial, situs perpustakaan yang memadai. Visibilitas virtual tidak terbatas hanya pada kegiatan online  atau internet, tidak dapat diabaikan adalah layanan virtual seperti telpon, email, personality pustakawan dalam pelayanan akan menjembatani kebutuhan pemustaka yang kian beragam. 
Dari ketiga pembicara dapat disimpulkan bahwa dengan melihat perubahan perilaku informasi pemustaka, dilengkapi dengan pemahaman tentang fasilitas perpustakaan yang memadai , perpustakaan harus dapat menjembatani kebutuhan pemustaka di era globalisasi ini. (Susi UAJY)

Minggu, 13 Februari 2011

Mengenal Pengurus FPPTI DIY

Pengurus FPPTI DIY periode 2010-2013  merupakan kepengurusan generasi ke 3. Kepengurusan ini terbentuk dengan diawali dari MUSDA FPPTI DIY bulan Mei 2010 di UKDW yang menunjuk ketua FPPTI DIY terpilih dan kemudian ketua terpilih membentuk kepengurusannya dibantu oleh pengurus FPPTI sebelumnya dan pembina FPPTI DIY.  Dari pembentukan pengurus tersebut maka tersusunlah personil pengurus FPPTI DIY yaitu:

Ketua:  Umi Proboyekti (UKDW)
Sekretaris: Safirotu Khoir, SS, MIM (UGM)
Bendahara : Samiyati,SIP (ISI)

Divisi Teknologi Informasi 
Purwoko, SIP (UGM)
A Tri Susiati, S.Kom, M.A (UAJY)

Divisi Kerja Sama dan Jejaring
Mintarsih Dewarini A, S.Pd  (UST)
Sofyan Riyanto, SIP, M.A  (UNY)

Divisi Sumber Daya Manusia
F. Rahayuningsih, S.Sos  (USD)
Sri Astuti, SIP (UIN)
 
Fokus program kerja FPPTI adalah  berperan dalam pengembangan perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi di DIY. Untuk dapat berperan kami ingin dapat menjangkau perpustakaan-perpustakaan anggota dan mengenal kondisi mereka serta melibatkan mereka dalam kegiatan-kegiatan FPPTI. Kami menyadari bahwa perkembangan perpustakaan sangat didukung oleh sumber daya manusia disamping fasilitas dan dukungan kebijakan/perhatian dari organisasi induk. Pemberdayaan pustakawan dalam hal teknologi informasi: kemampuan dasar dan pemanfaatan,  dan pemberdayaan pustakawan melalui jejaring akan menjadi perhatian dalam program FPPTI DIY