MOMEN

Kamis, 10 Mei 2018

Antusias Peserta Seminar Nasional dan Dialog Ilmiah Ke 6 Aplikasi VR dalam Dunai Pendidikan: Respon Perpustakaan Terhadap Format Baru Informasi

Seminar Nasional dan Dialog Ilmiah Perpustakaan Ke 6 yang diselenggarakan FPPTI DIY bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Mei 2018 dengan tema seminar “Aplikasi Virtual Reality (VR) dalam Dunia Pendidikan: Respon Perpustakaan Terhadap Format Baru Informasi. Kegiatan  Seminar Nasional ini diikuti sekitar 84 Peserta dan 8 Presenter yang lolos dalam Dialog Ilmiah Perpustakaan ke 6 yang terbagi kedalam 2 kelas dengan moderator Ida Nooraini Hadna dan  Risty Prasetyowati. Para peserta Seminar dan Dialog Ilmiah Perpustakaan ini selain mengikuti kegiatan dikelas juga mengikuti Library Tour ke Perpustakaan Digital Universitas Negeri Yogyakarta dan dilanjutkan City Tour ke Tebing Breksi. Para peserta didominasi dari Perguruan Tinggi di Indonesia.

Dalam Seminar Nasional kali ini menghadirkan Tiga narasumber, yaitu Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D (Rektor Terpilih UII 2018-2022), Nico Alyus, S.Kom (CEO OmniVR), dan Dr. Arie Sujito (Dosen Sosiologi UGM). Pada sesi pertama, disampaikan oleh Fathul Wahid menyajikan topik “Rethinking Library: Serving the Millennials”. Dalam materi  ini dipaparkan tentang Keahlian apa saja yang dibutuhkan seorang pustakawan dalam menghadapi tantangan ke depan sesuai dengan perkembangan teknologi informasi (era milenial).

Pada sesi kedua, Nico Alyus menyajikan topik “Peran Virtual Reality Dalam Dunia Pendidikan”. Narasumber  menjelaskan bagaimana sekolah dan perpustakaan memajukan fungsinya sebagai ujung tombak edukasi dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality, sehingga akan membantu dalam proses pembelajaran melalui media Virtual Reality tersebut, dibutuhakan inovasi teknologi dan mengintegrasikan inovasi tersebut kedalam dunia pembelajaran sehingga memudahkan siswa dalam memahami ilmu pengetahuan yang mereka butuhkan.

Untuk sesi ketiga, disampaikan oleh Arie Sujito dengan topik ”Esensi Penggunaan Teknologi Informasi” Bahwa teknologi merupakan sebuah pilihan jangan dipaksakan apabila teknologi justru tidak membuat lebih mudah akan tetapi malah membuat susah penggunanya. Biarkan mereka membuat pilihan sesuai dengan kenyamanan mereka.


Materi dapat diunduh disini
Foto kegiatan dapat diunduh disini

Rabu, 07 Maret 2018

Peserta Antusias Mengikuti Workshop “Manajemen Arsip Digital Berbasis ARTERI”




Workshop yang diselenggarakan FPPTI DIY bekerja sama dengan IST Akprind ini dilaksanakan di ruang auditorium IST Akprind Yogykarta pada tanggal 07 Maret 2018. Kegiatan  workshop ini diikuti sekitar 97 audiens terdiri dari kalangan pustakawan dan beberapa dari kalangan arsiparis dan administrasi. Para peserta ini berasal dari DIY, Jawa Tengah, dan JawaTimur yang sebagian besar dari Perguruan Tinggi.

Dua tokoh dihadirkan sebagai narasumber, salah satunya Hendro Wicaksono, S.Hum, yaitu slah satu developer ARTERI. Yang kedua adalah Muhammad Sholeh, S.T., M.T. Wakil Rektor II IST AKPRIND Yogyakarta sekaligus dosen Teknik Informatika. Kedua narasumber membedah ilmu, wawasan dan metode dalam mengelola arsip digital. Materi yang disampaikan kedua narasumber ini merupakan tujuan dari FPPTI DIY yang ingin membangun semangat dari para pustakawan dan profesi lain dalam mengelola arsip. Saat  ini zaman menuntut kita untuk menangani arsip secara digital sehingga setelah pelatihan ini diharapkan peserta akan lebih terampil dalam mengeloa arsip di kantornya.



Pada sesi pertama, Muhammad Sholeh menyajikan topik “Trend Teknologi Digitalisasi Dokumen”. Dalam materi  ini dipaparkan tentang digitalisasi dokumen terkait kebutuhan, kekuatan, dan kelemahan digitalisasi arsip.

Pada sesi kedua, HendroWicaksono menyajikan topik “Manajemen Arsip Digital Berbasis ARTERI”. Narasumber  menjelaskan tentang ARTERI yang merupakan aplikasi berlisensi open source yang dapat dimodifikasi. Aplikasi ini  asli dari Indonesia yang dibuat oleh generasi muda Indonesia. Dalam kegiatan workshop ini juga dilengkapi dengan demo aplikasi yang diikuti oleh semua peserta yang sebelumnya diminta untuk membawa laptop. Pada  demo ini digunakan aplikasi yang sudah dipaketkan sehingga dapat dipakai secara mudah.




Kegiatan workshop ini dipimpin oleh Hartono, M.IP, Kepala Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Hartono merasa bangga dan puas atas terselenggaranya workshop yang diikuti oleh para peserta dengan semangat dan antusias sehingga acara berjalan dengan lancar. Pada kesempatan kali ini juga diadakan penandatanganan MOU antara FPPTI DIY dengan IST AKPRIND Yogyakarta.






 Materi dapat diunduh disini